Jumat, Mei 28
Rabu, Mei 26
Tersedak!
Pernah tahu rasanya sedih?
Posted by Christopher PS ketika 5/26/2010 01:54:00 PM 0 comments
Senin, Mei 17
Unite...
Posted by Christopher PS ketika 5/17/2010 10:12:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Tak Kusangka
Sabtu, Mei 15
Senin itu...
Aku ingin coba membeku...
Posted by Christopher PS ketika 5/15/2010 11:46:00 PM 0 comments
Selasa, Mei 11
Apa?
Posted by Christopher PS ketika 5/11/2010 07:23:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Tak Kusangka
Sabtu, Mei 8
Pernah Lihat Malaikat?
pertanyaan itu bagai nyata...
Posted by Christopher PS ketika 5/08/2010 07:49:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Tak Kusangka
Selasa, April 20
Di bawah bayangan...

Kisah tentang seorang "Nobita"...
Posted by Christopher PS ketika 4/20/2010 08:36:00 PM 0 comments
Minggu, April 18
Katakan...
Kalau bila memang aku tak berkenan
Posted by Christopher PS ketika 4/18/2010 10:38:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Permukaan udara..., Tak Kusangka
Rabu, April 14
Selamat malam
itu sepenggal kata yang selalu kutinggal di atas meja pikirannya...
Posted by Christopher PS ketika 4/14/2010 07:03:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Permukaan udara...
Kamis, April 8
Belum tapi kataku Sudah...
Posted by Christopher PS ketika 4/08/2010 08:07:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Tak Kusangka
Senin, April 5
Aksi-Reaksi

Saat sesuatu terjadi - Seperti gundu yang memantul yang seperti pandangan bola mata umat manusia - seperti awan yang bertandang yang seperti bersuara langkah kaki kecoak - seperti luap amarah yang seperti bau kulit kacang - seperti kelopak mata yang seperti bunga menguncup sore hari - Sesuatu akan membalas kembali.
Posted by Christopher PS ketika 4/05/2010 09:07:00 PM 0 comments
Rabu, Maret 10
Bukan di Antara Fajar dan Petang (spesial post)

Baru saja aku beli sebatang dari warung kayu sebelah rumah.
Posted by Christopher PS ketika 3/10/2010 09:55:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja derai nafas tanpa kasih-kasihan, Tak Kusangka
Rabu, Februari 10
Berlalu
tulisan lama itu berbincang...
mengisahkan sakitnya
mengibaratkan terbenam senyumnya
tulisan lama itu berbincang
mengkiaskan perihnya
melukis peliknya
tulisan lama. . .
menitih kisah dahulu
tiada serupa dengan kenyataan
yang bagai diburu maut
liar melawan arus waktu. . .
kisahnya tlah lama di dengar
tak lama dirasa...
bagaikan sesak doa-doa itu
tidak sedikitpun dijawabkan
getah mendidih, tanda kehadiran
bayang-bayang sunyi. . .
Posted by Christopher PS ketika 2/10/2010 11:50:00 PM 0 comments
Selasa, Januari 26
Phantom of The Opera - All I Ask of You
RAOUL : No more talkof darkness, Forget these wide-eyed fears. I'm here,nothing can harm you - my words will warm and calm you. Let me be your freedom, let daylight dry -your tears. I'm here, with you, beside you, to guard you and to guide you . . .
CHRISTINE : Say you love me every waking moment, turn my head with talk of summertime . . . Say you need me with you, now and always . . promise me that all you say is true - that's all I ask of you . . .
RAOUL : Let me be your shelter, let me be your light. You're safe: No-one will find you your fears are far behind you . . .
CHRISTINE : All I want is freedom, a world with no more night . . . and you always beside me to hold me and to hide me . . .
RAOUL : Then say you'll share with me one love, one lifetime . . . Iet me lead you from your solitude . . . Say you need me with you here, beside you . . anywhere you go, let me go too - Christine, that's all I ask of you . . .
CHRISTINE : Say you'll share with me one love, one lifetime . . . say the word and I will follow you . . .
BOTH : Share each day with me, each night, each morning . . .
CHRISTINE : Say you love me . . .
RAOUL : You know I do . . .
BOTH : Love me - that's all I ask of you . . .
(They kiss)
Anywhere you go
let me go too . . .
“Love me”
that's all I ask
of you . .
Posted by Christopher PS ketika 1/26/2010 10:01:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Permukaan udara..., Tak Kusangka
Janji-janji...
Nanti saja...
Posted by Christopher PS ketika 1/26/2010 08:54:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja derai nafas tanpa kasih-kasihan
Minggu, Januari 24
Cakrawala
kau pun memudar
bagai mentari menjemput
rembulan terjaga...
yang tak letihnya peluk langit fana
seperti melipur waktu
kau bagai sejarah datang duduk
berjuntai di teras senja
menghalau sejuta kerinduan...
mimpi-mimpi di sungai hendaknya berlari
Antar cinta-cintanya pada sang dara
Dengan jigrahnya membungkus hasrat
Aku bagaikan tertinggal
Dibacakan lancang dosa
Dan nafsu, dan lalim, dan dukaku
aku daging membangkai
dengan semburat hadirmu
hembus seribu kembang kenangan
yang harum dan berkenan
Ah dinda…
Yang Sesungguhnya berbisu kelam
Tulus hasratku mendarah daging
Tersirat dalam selasar nadi-nadi
Posted by Christopher PS ketika 1/24/2010 11:34:00 PM 1 comments
Rabu, Desember 30
Haaaa...
di bawah garis lukisan cakrawala
gemuruh Sangkakala melengking tajam membisingkan
Lemah gemulai rerumputan rajangan
Liang pelita meruah absurd keabu-abuan
Lingkaran adagio merah muda
ditengahnya ada Gapura Jelitamu
Tak kusangka
Bayanganmu terus singgah
Tak kenal bila aku di surga adanya
Lihai benar kau ketuk Pintuku
Raguku beribu ruas
Senantiasa mengelami panorama kelabu
Sampaikan saat aku tiada
Kiranya tidak kau dongengkan lagi dosaku
Nyawaku selayang pandang
Posted by Christopher PS ketika 12/30/2009 11:54:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Tak Kusangka
Senin, Desember 28
Raib...
Hening Biru Bulan tak henti mencari tahu...
Aduhai. siapa kawan ini... Kembang Platina, bagai mencari hatinya
Nila pasti warna hatinya... tak ingin kuragukan
Imaji pelangi... dimana letak kejenuhannya?
Elang pun tak henti mencari meski cuma serpih riwayatnya...
***
Hai, kamu yang sembari berlabuh
Aku tiada segan mencarikannya, mungkin ada di bawah liang tawa mentari
Ngarai nirwanakah isi hatimu?
Ilhamnya tak kunjung tiba, kamu tahu betul, bukan aku pencurinya
"Elok benar" itu yang kutahu tentangnya...
***
Hujan kepayang mulai lemas terjatuh
Adinda... dimana ditaruhnya hatimu?
Nestapa jangan lagi kau pikul, biar aku yang carikan...
Ibarat maut menitih - nitih dosa : dicari sampai palungan
Entah waktu pasti mati... aku tiada pernah jenuh melengah mencari... hatimu.
Posted by Christopher PS ketika 12/28/2009 10:10:00 PM 0 comments
Selasa, Desember 22
Meski Jarang Ku Ucap.. Aku sayang Mama...
Hari Ibu...
ibu... kau yang biasa ku panggil “mama”
Mungkin baru kuingat,
Tiap saat di lubuk hatimu aku berlutut
Ini hari… sejuta surat kasihku mulai tiba
Juga sejuta maafku…
“Mama… aku menyayangimu”
Mestinya kusebut berabad lalu
Namun sungguh itu yang kurasakan…
Mama, tiada pernah kau pinta kembali
Apa yang kau beri… itu lah tulus dari dalam hatimu
Jauh di dalam… tempat ditemukannya kasihmu padaku.
Mama pasti lelah kan…
Tirakatmu kau jaga
Menunggu kasihku yang entah tak kunjung tiba di benakmu
Memang aku ini anakmu, mama…
Namun kala aku bertumbuh
Rasa sayangku padamu,, kadang semakin pudar memutih
Entah aku memang durhaka…
Mama…
Ini hari… ingin aku lihat lekuk senyummu
Meski cuman sesaat saja…
Namun berarti bagiku…
Mengingat keringat jatuh di keningmu…
Di usiamu yang terlanjur senja…
Semoga “mama” …
Kelak menjalani hidup yang lebih bahagia…
Aku menangis…
Maafkan aku… dari sejuta dosa yang kutawarkan selalu.
Ingin sebentar saja aku peluk tubuh hingga kalbumu yang terdalam
“Mama…
Aku menyayangimu… tulus, tak ingin kupinta lagi darimu…
Karena ku tahu, kasihmu tiada berkesudahan…”
Posted by Christopher PS ketika 12/22/2009 11:33:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja derai nafas tanpa kasih-kasihan, Kisah kini dan selamanya, Permukaan udara..., Tak Kusangka



