
Baru saja aku beli sebatang dari warung kayu sebelah rumah.
Rabu, Maret 10
Bukan di Antara Fajar dan Petang (spesial post)
Posted by Christopher PS ketika 3/10/2010 09:55:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja derai nafas tanpa kasih-kasihan, Tak Kusangka
Rabu, Februari 10
Berlalu
tulisan lama itu berbincang...
mengisahkan sakitnya
mengibaratkan terbenam senyumnya
tulisan lama itu berbincang
mengkiaskan perihnya
melukis peliknya
tulisan lama. . .
menitih kisah dahulu
tiada serupa dengan kenyataan
yang bagai diburu maut
liar melawan arus waktu. . .
kisahnya tlah lama di dengar
tak lama dirasa...
bagaikan sesak doa-doa itu
tidak sedikitpun dijawabkan
getah mendidih, tanda kehadiran
bayang-bayang sunyi. . .
Posted by Christopher PS ketika 2/10/2010 11:50:00 PM 0 comments
Selasa, Januari 26
Phantom of The Opera - All I Ask of You
RAOUL : No more talkof darkness, Forget these wide-eyed fears. I'm here,nothing can harm you - my words will warm and calm you. Let me be your freedom, let daylight dry -your tears. I'm here, with you, beside you, to guard you and to guide you . . .
CHRISTINE : Say you love me every waking moment, turn my head with talk of summertime . . . Say you need me with you, now and always . . promise me that all you say is true - that's all I ask of you . . .
RAOUL : Let me be your shelter, let me be your light. You're safe: No-one will find you your fears are far behind you . . .
CHRISTINE : All I want is freedom, a world with no more night . . . and you always beside me to hold me and to hide me . . .
RAOUL : Then say you'll share with me one love, one lifetime . . . Iet me lead you from your solitude . . . Say you need me with you here, beside you . . anywhere you go, let me go too - Christine, that's all I ask of you . . .
CHRISTINE : Say you'll share with me one love, one lifetime . . . say the word and I will follow you . . .
BOTH : Share each day with me, each night, each morning . . .
CHRISTINE : Say you love me . . .
RAOUL : You know I do . . .
BOTH : Love me - that's all I ask of you . . .
(They kiss)
Anywhere you go
let me go too . . .
“Love me”
that's all I ask
of you . .
Posted by Christopher PS ketika 1/26/2010 10:01:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Permukaan udara..., Tak Kusangka
Janji-janji...
Nanti saja...
Posted by Christopher PS ketika 1/26/2010 08:54:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja derai nafas tanpa kasih-kasihan
Minggu, Januari 24
Cakrawala
kau pun memudar
bagai mentari menjemput
rembulan terjaga...
yang tak letihnya peluk langit fana
seperti melipur waktu
kau bagai sejarah datang duduk
berjuntai di teras senja
menghalau sejuta kerinduan...
mimpi-mimpi di sungai hendaknya berlari
Antar cinta-cintanya pada sang dara
Dengan jigrahnya membungkus hasrat
Aku bagaikan tertinggal
Dibacakan lancang dosa
Dan nafsu, dan lalim, dan dukaku
aku daging membangkai
dengan semburat hadirmu
hembus seribu kembang kenangan
yang harum dan berkenan
Ah dinda…
Yang Sesungguhnya berbisu kelam
Tulus hasratku mendarah daging
Tersirat dalam selasar nadi-nadi
Posted by Christopher PS ketika 1/24/2010 11:34:00 PM 1 comments
Rabu, Desember 30
Haaaa...
di bawah garis lukisan cakrawala
gemuruh Sangkakala melengking tajam membisingkan
Lemah gemulai rerumputan rajangan
Liang pelita meruah absurd keabu-abuan
Lingkaran adagio merah muda
ditengahnya ada Gapura Jelitamu
Tak kusangka
Bayanganmu terus singgah
Tak kenal bila aku di surga adanya
Lihai benar kau ketuk Pintuku
Raguku beribu ruas
Senantiasa mengelami panorama kelabu
Sampaikan saat aku tiada
Kiranya tidak kau dongengkan lagi dosaku
Nyawaku selayang pandang
Posted by Christopher PS ketika 12/30/2009 11:54:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Tak Kusangka
Senin, Desember 28
Raib...
Hening Biru Bulan tak henti mencari tahu...
Aduhai. siapa kawan ini... Kembang Platina, bagai mencari hatinya
Nila pasti warna hatinya... tak ingin kuragukan
Imaji pelangi... dimana letak kejenuhannya?
Elang pun tak henti mencari meski cuma serpih riwayatnya...
***
Hai, kamu yang sembari berlabuh
Aku tiada segan mencarikannya, mungkin ada di bawah liang tawa mentari
Ngarai nirwanakah isi hatimu?
Ilhamnya tak kunjung tiba, kamu tahu betul, bukan aku pencurinya
"Elok benar" itu yang kutahu tentangnya...
***
Hujan kepayang mulai lemas terjatuh
Adinda... dimana ditaruhnya hatimu?
Nestapa jangan lagi kau pikul, biar aku yang carikan...
Ibarat maut menitih - nitih dosa : dicari sampai palungan
Entah waktu pasti mati... aku tiada pernah jenuh melengah mencari... hatimu.
Posted by Christopher PS ketika 12/28/2009 10:10:00 PM 0 comments
Selasa, Desember 22
Meski Jarang Ku Ucap.. Aku sayang Mama...
Hari Ibu...
ibu... kau yang biasa ku panggil “mama”
Mungkin baru kuingat,
Tiap saat di lubuk hatimu aku berlutut
Ini hari… sejuta surat kasihku mulai tiba
Juga sejuta maafku…
“Mama… aku menyayangimu”
Mestinya kusebut berabad lalu
Namun sungguh itu yang kurasakan…
Mama, tiada pernah kau pinta kembali
Apa yang kau beri… itu lah tulus dari dalam hatimu
Jauh di dalam… tempat ditemukannya kasihmu padaku.
Mama pasti lelah kan…
Tirakatmu kau jaga
Menunggu kasihku yang entah tak kunjung tiba di benakmu
Memang aku ini anakmu, mama…
Namun kala aku bertumbuh
Rasa sayangku padamu,, kadang semakin pudar memutih
Entah aku memang durhaka…
Mama…
Ini hari… ingin aku lihat lekuk senyummu
Meski cuman sesaat saja…
Namun berarti bagiku…
Mengingat keringat jatuh di keningmu…
Di usiamu yang terlanjur senja…
Semoga “mama” …
Kelak menjalani hidup yang lebih bahagia…
Aku menangis…
Maafkan aku… dari sejuta dosa yang kutawarkan selalu.
Ingin sebentar saja aku peluk tubuh hingga kalbumu yang terdalam
“Mama…
Aku menyayangimu… tulus, tak ingin kupinta lagi darimu…
Karena ku tahu, kasihmu tiada berkesudahan…”
Posted by Christopher PS ketika 12/22/2009 11:33:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja derai nafas tanpa kasih-kasihan, Kisah kini dan selamanya, Permukaan udara..., Tak Kusangka
Jumat, Desember 18
Terlebih...
Kiranya keheningan menjulurkan bulu mata ke awang-awang pilunya.
awal dari akhir yang tak berkesudahan...
kiranya tlah lama dimulaikan waktu...
bising, iblis-iblis kerdil tak mau melerainya.
terlebih...
bahkan jangan pernah jatuhkan pandangmu pada waktu.
enggan wajahnya berpaling walau saat matahari mengikis hari.
"ini kisah tentang rumput musim semi
hijau pekat penuh candu ceria
matahari terkantuk-kantuk... terbakar semu dunianya
pohon cemara lagi tidak lebat,
padahal kukira ini desember...
jemari hujan harusnya menitih waktu
siang malam senantiasa bersaksi
satu..
dua...
tiga
empat...
lima...
enam...
tujuh.....
delapan..
sembilan..
sepuluh..
sebelas...
duabelas
tigabelas
empatbelas...
tak terhingga " kau hitung hingga tak terhingga adanya...
bergelap gulita bagai malam tak ber-rembulan.
jenuh ku angka-angka semu ku sebut...
terus hingga tak terhingga...
tinggal abu dan gusar.. menyampulkan sejuta kerinduan..
Posted by Christopher PS ketika 12/18/2009 11:16:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Tak Kusangka
Jumat, Desember 11
Kalau besok...?
wewangi lembayung senja... bunga... biaraku berbaring sejenak.memang kan hari ini hari terakhir di bumi pertiwi?
Posted by Christopher PS ketika 12/11/2009 08:23:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Permukaan udara..., Tak Kusangka
Senin, Desember 7
Bukan...
yang kujanjikan ini bukan pelangi semu yang terkoyak saat hujan tlah usai...
aku menjadi kenyataan. memikul angin-angin mimpi pelukan.
aku bermimpi.. menjadi pria yang menjingjing berkas kehormatanmu.
berpegangkan medali perak, menaruh utuh nyawaku di bawah guyuran mentari
dalam sudut mata mu titik-titik fana telah kabur merantau...
segenap binasa kiranya kusisihkan...
mendayu tempat bagi keagungan
bagai sedang bersih-bersih permadani. Medan perang tidak sempit.
Bukanlah sesekali aku menepis badai gusar gelisah...
Posted by Christopher PS ketika 12/07/2009 10:31:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Permukaan udara..., Tak Kusangka
Sabtu, November 28
Duh, Adinda…
Secercah sinar di matanya
Tak beda dengan mentari ketika fajar perlahan menyingsing.
Kulitnya teramat cerah, bagai langit yang tiada merindukan hadirnya hujan.
Ketika bibirnya ia lekukan, wajahnya tak segan berubah,
berubah.. Semanis buah yang dikecap Hawa di taman Firdaus.
Semerdu dawai-dawai harpa yang dipetikan Lucifer dahulu di nirwana,
Suara tiada jenuh-jenuhnya membuai daun telinga.
Alisnya.. tak tebal, tak tipis, bagai awan di langit kemarau.
Serasi dengan rambut ikalnya yang terlukis bagai jejak-jejak peluru hangat di udara.
Satu dua kali ia berlalu, harum semerbak menjadi buntutnya, seharum buah dudaim di malam perkawinan.
Jelita hatinya, terlukis dari lirih-lirih parasnya… Seperkasa ksatria nyalinya,
Sehalus permaisiuri manjanya.
Sosok jelita itu perlahan,, perlahan menuai penatku…
Namun telah penuh terisi hatinya.
Tiada ruang tersisa.
Bagaikan kotak harta karun… isinya tiada kentara
Bahkan sudut hatinya tak kenal sedikitpun kekosongan.
Yah…
Kini berharap saja yang ku perbuat…
Hatinya dipenuhi kebahagian yang kekal abadi...
Posted by Christopher PS ketika 11/28/2009 02:44:00 AM 0 comments
Labels: hari ini saja Tak Kusangka
Rabu, November 18
Komet malam ini...
komet malam ini tak kan datang meski kamu tunggu. terlebih kamu pajang terus wajah murungmu itu.
Posted by Christopher PS ketika 11/18/2009 11:53:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Permukaan udara...
Senin, November 16
조용함... [dalam untaian kronologis]
dikepung hujan...
Posted by Christopher PS ketika 11/16/2009 09:52:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Permukaan udara...
Tenderly..
Posted by Christopher PS ketika 11/16/2009 09:39:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja Permukaan udara...
Sabtu, November 14
...
Posted by Christopher PS ketika 11/14/2009 12:43:00 AM 0 comments
Minggu, Oktober 25
Sketsa kehidupan aku lukis...
. . . _ . _ . _ . . . . _ _ . _ . . . . . . . _ . . . . _ . _ _ . . _ _ . . _ _ . _ . . _ . _ . . . . _ _ . _ . . . . .
Posted by Christopher PS ketika 10/25/2009 09:42:00 PM 0 comments
Minggu, September 20
Kantuk..
renda putih berbunga kau kenakan terus. Penghujung gaun merah berbunga, yang selalu cocok buat lekuk keindahan...
oh kasih.... aku kembali...
kembali dalam kelabu...
untuk ke dua kali, kekasih...
sempurna bundar bulan purnama...
Semburat gemilang di akhir labuhan...
kutikan awan tiada putus asanya...
menelan mari manis buat genapi rantai perkasihan itu....
ahhhh. Gelap...aku rindu cahaya..
Posted by Christopher PS ketika 9/20/2009 12:28:00 AM 0 comments
Labels: hari ini saja derai nafas tanpa kasih-kasihan
Rabu, September 16
Ku Sebut...
Buat Pak Aldo
Kepergian, tiada pernah kausebut akhir…
Kepergian, tak pernah jadi terlalu dini…
Kepergian, tiada pernah aku sebut perpisahan…
Kepergian, bukanlah sebuah paksaan
Hanya saja, ialah takdir yang tiada pernah terelakan…
Kepergian…
Tak kau singgung satu inci jarak…
Tak kau dendang satu biduan pun…
tiada lagi kisah yang terperi
hanya lirih kenangan…
dalam kemerduan isak tangis penuh kelu…
kau pandang senja mulai membiru…
Senja terakhir…
Ketika bukan lagi kunamai langit sore…
Kepergian, pernah kau sebut-sebut…
Mula dari sebuah kerinduan…
Bila kau tiba di sana,
Kiranya aku menetap dalam kalbumu…
Biar kisah ini…
Kekal abadi… sesekali kau toleh…
Kepergian, tak pernah jadi terlalu dini…
Namun…
Memang terlalu dini…
Terlalu dini…
6
“Kehidupan adalah palungan batin
Yang menelan setiap butiran kenangan”
Posted by Christopher PS ketika 9/16/2009 10:15:00 PM 0 comments
Labels: hari ini saja derai nafas tanpa kasih-kasihan

